Konsorsium Aktivis Bersatu Sultra Menyoroti pada tata kelola keselamatan kerja dan akuntabilitas pengawasan warga negara asing di Provinsi Sulawesi Tenggara. Insiden kecelakaan kerja maut yang merenggut nyawa seorang Tenaga Kerja Asing (TKA) di kawasan industri PT Indonesia Pomalaa Industrial Park (IPIP) Kolaka pada Senin, 15 Juni 2026, kini menyisakan tanda tanya besar akibat tertutupnya proses penanganan pasca-kejadian. Ungkap Ardin
Hingga hari ini, Rabu (17/6/2026), otoritas keimigrasian setempat dinilai belum memberikan keterbukaan informasi kepada publik terkait status dokumen administrasi, kronologi pemulangan, hingga prosedur deportasi jenazah TKA tersebut ke negara asalnya.Sikap tidak transparan ini memicu keprihatinan mendalam dari berbagai lapisan masyarakat dan pemerhati hukum ketenagakerjaan daerah.
Pengurusan jenazah akibat kecelakaan kerja lintas negara (repatriasi) seharusnya berjalan secara akuntabel sebagai bentuk kepatuhan hukum imigrasi serta pertanggungjawaban pemenuhan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) oleh pihak perusahaan.”Kami mendesak pihak Imigrasi untuk segera transparan.
Pemulangan jenazah TKA korban kecelakaan kerja tidak boleh dilakukan secara diam-diam tanpa ada kejelasan status hukum administrasi dan ketenagakerjaannya selama berada di Kolaka,” ujar ketua konsorsium Aktivis Bersatu Ardin dalam keterangan tertulisnya, Rabu (17/6).
– Transparansi Proses Pemulangan: Pihak Imigrasi wajib memaparkan ke publik status legalitas dokumen penerbangan dan pemulangan jenazah TKA tersebut.
– Klarifikasi Legalitas: Membuka data terkait validitas izin tinggal (ITAS/ITAP) korban selama bekerja di PT IPIP Kolaka.
Ketertutupan ini dikhawatirkan dapat memperkuat spekulasi negatif di tengah meluasnya atensi publik terkait pengawasan visa kerja para pekerja asing di wilayah lingkar tambang. Publik mendesak agar Kantor Imigrasi dan instansi terkait segera memaparkan perkembangannya ke hadapan media massa.
Ini akan Menjadi Atensi khusus dilakukan konsorsium Aktivis Bersatu sehingga kecurigaan publik tidak memicu bola Apian Liar dan proses ini kita akan kawal secara kelembagaan tutup Ardin.
Laporan tim



















