KENDARI, Sultrawatchnews.com – Praktik dugaan pungutan liar (pungli) dan penyalahgunaan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi kembali mencoreng sektor energi di Kota Kendari. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang berlokasi tepat di depan Markas Brimob, Kelurahan Baruga, Kecamatan Baruga.
Berdasarkan laporan masyarakat yang dihimpun tim redaksi, SPBU tersebut diduga menjadi “medan permainan” oknum tertentu untuk memperkaya diri dengan memanfaatkan hak warga kurang mampu atas BBM subsidi.
Modus Operandi: Setoran di Balik Jeriken
Sejumlah warga yang kerap melintas di area tersebut mengungkapkan modus yang dilakukan cukup terorganisir. Pengisian solar dalam jumlah besar menggunakan jeriken atau kendaraan modifikasi diduga dilakukan secara terang-terangan.
Tidak hanya itu, para pengantre solar subsidi diduga diwajibkan menyetor uang pelicin kepada oknum petugas SPBU.
“Ada setoran kisaran Rp100 ribu hingga Rp150 ribu per kendaraan untuk bisa mengisi solar subsidi dalam jumlah banyak. Ini sudah seperti rahasia umum di sana,” ungkap salah satu warga yang meminta identitasnya dirahasiakan, Selasa (23/06/2026).
Lokasi Strategis, Pengawasan Lemah
Yang lebih memprihatinkan, praktik ilegal ini berlangsung di lokasi yang sangat strategis, yakni di depan Markas Brimob Polda Sultra. Kondisi ini memicu spekulasi di tengah masyarakat mengenai lemahnya pengawasan dari pihak pengelola SPBU maupun instansi terkait, seperti Pertamina dan aparat penegak hukum setempat.
Penggunaan solar subsidi yang tidak tepat sasaran ini dinilai merugikan masyarakat luas, terutama para supir angkutan umum dan petani yang memang berhak mendapatkan subsidi tersebut.
Tuntutan Penindakan Tegas
Menanggapi informasi ini, publik mendesak agar pihak Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi segera melakukan investigasi mendalam dan memberikan sanksi tegas, termasuk pencabutan izin operasional jika terbukti adanya keterlibatan manajemen SPBU.
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak manajemen SPBU Baruga dan pihak Pertamina terkait dugaan pungutan liar tersebut.



















