Mahasiswa Kecamatan Kusambi menyampaikan keprihatinan sekaligus kritik terhadap pelaksanaan Silaturahmi Akbar Masyarakat Muna Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan di Kota Kendari dan diketuai oleh Bupati Muna Barat. Kegiatan tersebut dinilai tidak mencerminkan skala prioritas pemerintah daerah di tengah berbagai persoalan mendasar yang hingga kini masih dihadapi masyarakat Muna Barat.
Di saat masyarakat masih dihadapkan pada kondisi infrastruktur jalan yang rusak di berbagai wilayah Kabupaten Muna Barat, pemerintah daerah justru lebih memilih menyelenggarakan kegiatan seremonial di luar daerah. Pilihan tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keberpihakan pemerintah terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Mahasiswa Kecamatan Kusambi berpandangan bahwa apabila kegiatan berskala besar tersebut diselenggarakan di Kabupaten Muna Barat, manfaatnya akan jauh lebih dirasakan oleh masyarakat. Kehadiran peserta dapat menggerakkan roda perekonomian lokal, meningkatkan pendapatan pelaku UMKM, sekaligus menjadi sarana mempromosikan potensi daerah.
Pemerintah daerah semestinya menjadikan pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan ekonomi lokal sebagai agenda utama, bukan mengedepankan kegiatan seremonial yang berpotensi dipersepsikan lebih mengutamakan pencitraan daripada penyelesaian persoalan yang dihadapi masyarakat.
Sebagai bentuk kekecewaan terhadap kondisi tersebut, Mahasiswa Kecamatan Kusambi berencana menggelar aksi penyampaian pendapat secara damai di lokasi kegiatan. Aksi tersebut merupakan bentuk kontrol sosial dan upaya menyampaikan aspirasi agar Pemerintah Kabupaten Muna Barat kembali memfokuskan kebijakan pada kepentingan masyarakat.
Melalui aksi tersebut, Mahasiswa Kecamatan Kusambi mendesak Bupati Muna Barat agar lebih memprioritaskan percepatan pembangunan daerah, perbaikan infrastruktur jalan, pemberdayaan UMKM, serta memastikan setiap kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat Muna Barat.



















